Bad News Is (Always) Good News ?

Dari awal munculnya polemik ini, feel saya sudah mengatakan bahwa ini sangat mungkin pelintiran media. Mengapa demikian ? Karena saya pribadi pernah mengalaminya dimana apa yang saya sampaikan untuk menjawab pertanyaan mereka sangat berbeda dengan yang tertulis. Mungkin maksud mereka adalah merubah gaya menulis sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik yang dianggap menarik pembaca, namun terkadang mereka “khilaf” bahwa merubah penulisan sangat mungkin merubah MAKNA atau substansi tulisan tersebut.

Adakah unsur kesengajaan ? Bisa iya ….. bisa tidak. Mungkin ada unsur kesengajaan, namun mungkin juga tanpa ada unsur kesengajaan dan semata-mata murni karena motif ingin merubah gaya bahasa dan penulisan menjadi lebih “manis” dan menarik untuk dibaca tanpa disadari bahwa itu dapat merubah substansi tulisan tersebut. Terkadang pula menyimpulkan sendiri tanpa konfirmasi kepada narasumber sehingga menimbulkan miss-informasi.

Dan…perubahan tulisan itu seringkali menjadi JUDUL dengan huruf kapital besar tebal terkadang berwarna mencolok untuk menarik perhatian pembaca.

Makanya sejak kejadian yang saya alami sendiri, sampai saat ini saya tidak pernah bisa mengembalikan kepercayaan saya kepada media 100 % apalagi terhadap tulisan JUDULNYA….. Itu untuk media cetak resmi, apalagi media online…. hmmm…..sudah lama saya tidak berani share-share an berita dari media online, apalagi media online medioker yang namanya saja baru terdengar di telinga dan asing juga ganjil .

Sebuah pembelajaran bagi kita semua…. sudah berhati-hati pun berbicara dengan media, terkadang dimuat menjadi keliru yang memancing polemik dan kontroversial…. Apalagi jika kita tidak berhati-hati…. Media tidak boleh dijauhi karena mereka adalah salah satu pilar demokrasi. Namun berbicara hati-hati dengan media adalah sebuah langkah antisipasi yang bijaksana.

Saya mulai belajar membiasakan merekam segala sesuatu dengan aplikasi perekam suara yang sekarang sudah ada di semua gadget berbasis ANDROID atau IOS….dan itu sangat membantu sekali untuk membuktikan sesuatu atau klarifikasi juga check and re-check. Ketika ada wawancara apapun…saya tanpa meminta ijin pihak yang mewawancari, saya merekam sendiri pembicaraan saya dan sampai dirumah saya salin ke laptop agar memori di gadget tidak terlalu penuh dan selalu ready untuk dipergunakan kapan saja. Rekaman itupun dapat kita pergunakan untuk melakukan gugatan kepada media apabila kita merasa isi berita tidak sesuai dengan yang kita sampaikan saat wawancara. Ini menurut saya langkah antisipasi yang bijak.

Pembaca pun seharusnya bijak…. jikalau masih sering membaca berita di media cetak apalagi media online maka tetap harus bijak dan sebisamungkin ber-tabayyun terlebih dahulu…. berprasangka positif terlebih dahulu dan jangan dikedepankan reaksi yang emosional tanpa mencari second opinion atau berita-berita terkait hal yang sama dari media-media yang lain sebagai pembanding.

Tidak perlu juga terlalu reaksional dan emosional apalagi menyebarkan padahal kita belum mengetahui pasti kebenaran isi berita tersebut, sudah banyak contoh kasus dimana medsos digunakan sebagai penyebar informasi secara viral dan massif namun ketika dilakukan konfirmasi kepada penulis informasi awal ternyata tidak seperti itu (Kasus Predator Sex di Toilet Istana Plaza Bandung). Maka pergunakan medsos secara bijak.

Hikmah dari kejadian ini adalah : jangan terlalu reaksional dalam menanggapi sebuah isu atau berita. Janganlah karena kebencian dan ketidaksukaan kita terhadap sesuatu atau seseorang telah membuat kita menutup mata dan telinga dengan reaksi yang berlebihan apalagi nyinyir. Hikmah buat narasumber adalah lebih berhati-hati dan manfaatkan teknlogi untuk antisipasi, pergunakan hak jawab di media atau tuntut media yang dinilai memuat isi berita tidak benar dan tentu akan lebih kuat jika kita memiliki bukti-bukti diantaranya adalah bukti rekaman yang kita miliki. Sekian.

Salam

Tri Muhammad Hani
RSUD Bayu Asih Purwakarta
Jl. Veteran No. 39 Purwakarta – Jawa Barat

Komentar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.