PEMBAJAKAN SOFTWARE DI INDONESIA MENCAPAI 84%

Sebuah kalimat berita berjalan di sebuah stasiun TV Swasta Nasional cukup membuat keningku berkerut… Jujur saja ada sebuah rasa bersalah juga karena aku termasuk dari sekian ribu atau bahkan sekian juta orang di Indonesia yang menggunakan software “bajakan”, hehe…. Sesungguhnya fenomena maraknya software bajakan di Indonesia bukanlah berita baru lagi, sudah bertahun-tahun hal ini terjadi, namun sungguh tidak pernah disangka ternyata jumlahnya sampai sebesar itu. Kalo jumlah yang bajakan sudah mencapai 84 %, itu khan artinya yang original hanya 16 %..wah!!.

Ada sebuah pembenaran bagi para “penikmat” software bajakan buatan “Mikocok” kepunyaan Om Bill Gates bahwa kalaupun pembajakan software lisensi “Mikocok” marak di Indonesia, maka kekayaan Bill Gates tidak akan pernah berkurang…toh dia masih menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Ah bisa aja neh nyari alesan, hehehe…..

Kehadiran Software Gratis atau Open Source seperti Linux ternyata tidak mampu menekan angka pembajakan. Coba kita hitung, andai kita menggunakan OS yang open source seperti Linux, tapi masih banyak software-software lain pelengkap yang kudu beli. Termasuk di dalamnya adalah Anti Virus yang pasti diburu oleh semua pengguna komputer… Para pakar IT tentu yakin bahwa software yang bersifat gratisan alias freeware tentu masih kalah tangguh dibanding dengan yang berbayar. Oke mungkin memang inilah alasan yang paling masuk akal dan paling logis kenapa kita tetap saja masih memakai produk-produk bajakan ini…

Akhirnya apapun alasan-nya, sesungguhnya tidak ada pembenaran praktek pembajakan software ini….Mungkin memang sudah saatnya kita harus bisa mengharagi hasil karya dan kekayaan intelektual orang lain….

Salam….

Komentar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.